Hai keparat…
Pecundangmu ini rindu memandangi wajah iblismu
Waktu itu hanya ada kau dan aku
Tapi sekarang telah berbeda
Aku mencintaimu lebih dari pengkhianatan-pengkhianatanmu
Aku menikmati duri-duri yang kau hias di hatiku
Aku rindu puisimu yang menelanjangi harga diriku
Kau tau keparat…?
Aku tetap bahagia kau bakar di nerakamu
Meskipun kau tak betah berada di surgaku.
by: mr Svara
by: mr Svara

No comments:
Post a Comment