By: mr Svara & Dhona Bote
Aku tak tahu kalau rindu sehalus kapas
Benangnya putih, hampir tak terlihat
Begitu halus, begitu lembut
Sisi hatiku karena derita, sungguh tak menyadarinya
Dia sesejuk air
Menyejukkan tubuhku yang kering di peras teriknya siang
Menyegarkan kaki yang lelah melangkah
Mengalir di kerongkongan yang tandus
Hanya hati yang mampu melihatnya
Mata telah buta
Sepasang pedang menancap sewaktu aku menikmati hadirnya
Benalu rindu ini pedih, mengikis kulit
Melapukkan tulang-tulang
Membungkukkan tubuh yang dulu tegap
Mengeringkan ranting-ranting yang dulu rimbun
Ingin kuakhiri
Tapi... Aku terlalu menikmati api cintanya
Membiarkan hati dibakar panas asmara
Rindu...
Pergilah, jangan lagi berada di baju hatiku
Nodamu akan kucuci
Sehingga hatiku segar kembali
No comments:
Post a Comment